I giorni dell'abbandono
Apakah cinta adalah segalanya?
Perkawinan itu berumur sepuluh tahun dan menghadirkan dua orang anak.
Lalu Mario kehilangan cinta untuk Olga. Tiba-tiba.
Cintanya tumbuh di tempat lain, pada seorang gadis muda.
"Apakah aku salah, jatuh cinta?"
"Tidak," jawab olga.
Karena cinta toh bukanlah segalanya.
Bukan cinta, tapi komitmen.
Kau berkomitmen pada apa, itulah yang menentukan dirimu dan hidup yang kau jalani.
Setelah menguras semua emosi dan mengatasi rasa disingkirkan, Olga belajar tentang hidup yang tetap menunggunya meski suaminya pergi.
Ada anak-anak yang membutuhkannya.
Ada tetangga pemalu yang mengaguminya apa adanya.
Ada karir baru yang ditemukan dalam kubangan nestapa.
Ada senyum yang menjanjikan masa depan setelah mendung menggayut pekat.
Betapa manusia belajar banyak hal berbeda meski menjalani hidup yang sama.
Barangkali lalu Toffler benar;
Makin modern cara manusia hidup, makin sulit menikah untuk seumur hidup.
Temporarility.
Tidak semua langkah yang dimulai dengan derap yang sama akan selalu seiring selamanya.
Adakalanya yang satu belajar lebih banyak dan yang lain terbenam dalam banalitasnya.


2 Comments:
Dulu mantan pacarku pernah bertanya,"Kanda, mana yg lebih penting: Cinta atau Komitmen ?"
Aku menjawab,"Komitmen".
Mungkin itulah sebabnya dia mau jadi istriku, selain karena aku ganteng dan baik hati tentunya lho ya.
Well Said.
Jalani komitmen dan percaya pada takdir.
semoga kita selamat teman :)
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home