Tuesday, October 31, 2006

Idul Fitri 1427H

Lebaran kali ini ada keteduhan tak ternilai kurasakan.
Ada banyak pemahaman yang kuhayati diam-diam.

Selalu menenangkan berada di tengah-tengah jamaah shalat.
Rasanya damai, teduh.
Seperti dalam rangkulan lengan-lengan terkasih.

Namun aku jadi teringat pengalaman beberapa bulan lalu.
Berada dalam sebuah diskusi dengan seruangan penuh saudara seiman.
Betapa sulit untuk dipahami kekasaran yang berserak di situ.
Bahkan salam pun tak layak disahuti bila orang berbeda pendapat.
Betapa kebenaran terasa dihaki oleh hanya sekelompok orang.
(Siapa pula manusia atau sekelompok manusia merasa begitu digdaya
untuk menggenggam kebenaran-Nya? Sehingga merasa berhak menyuruh
bertobat yang tak sependapat, bahkan mungkin mengkafirkannya?)

Idul Fitri kali ini aku seperti disadarkan.
Untuk lebih konsisten dalam pilihan & lebih berani mengambil sikap.
Karena bukan keislaman mereka yang membuat aku damai di tengah jamaah shalat.
Tapi karena aku percaya hati dan pikiran mereka terbuka akan kebenaran.
Pencarian kebenaran, tepatnya.
Pencarian tak berujung karena kenisbian kita manusia.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home