Friday, March 30, 2007

The Road to Guantanamo

Film ini pasti mengerikan. Fakta itu sudah kuketahui dengan pasti sebelumnya. Tapi aku manusia dewasa sekarang, bukan lagi anak dalam perlindungan orang tua untuk tidak perlu melihat sisi gelap hidup. Aku perlu tahu, aku harus berani melihat fakta terkeji sekalipun. Alhamdulillah pengalaman mengerikan itu tak perlu kualami, tapi justru karena itu aku tidak boleh duduk di sudut hidupku dan memahami dunia sesempit pengalaman keseharianku.

The Road to Guantanamo. Betapa kesempatan mengunjungi saudara sepupu berubah menjadi mimpi horor. Betapa sebuah negara merasa berhak menggempur sebuah negara yang dianggap tempat bersembunyinya teroris. Betapa orang yang bepergian melintasi negara ditangkap begitu saja, dipindahkan dengan truk yang sesak. Lalu berganti dengan kontainer tertutup yang setelah begitu menyesakkan ditembaki dari luar pada malam hari. Paginya kontainer itu penuh lubang dimana sinar matahari menerobos masuk, dan... puluhan tubuh yang terbujur kaku, tertembus peluru.

Betapa wajah-wajah Arab itu dibuat anonim tak berdaya, digunduli dan diberi gelang bernomer, diperlakukan seolah mereka bukan manusia. Mereka diborgol tangan dan kakinya dan disatukan di belakang tubuhnya. Mereka ditelanjangi dan dikejar-kejar anjing pemangsa. Mereka bahkan disiksa ketika meracau di kandang (benar, persis kandang), meski itu karena mereka menjelang kegilaan. Mereka menahan teriakan ketika disiksa tapi menjerit marah ketika Al-Quran yang mereka cintai dirobek dan diinjak-injak. Mereka dipaksa mengaku dengan berbagai cara. Interogasi paling konyol secara logika dan paling tidak manusiawi. Entah berapa orang yang akhirnya menyerah hanya karena lelah, tak sanggup lagi menanggungnya.

Aku tak mengerti...
Mengapa ada orang atas nama negaranya dapat mengambil kebebasan orang lain begitu saja. Memperlakukannya sewenang-wenang tanpa bukti, tanpa dasar apa pun.
Aku berdoa ya, Allah sepenuh hatiku...
Tunjukkanlah keadilan-Mu dengan memberi mereka kehinaan seperti yang telah mereka lakukan pada orang lain, pada bangsa lain.
Perlihatkanlah yang benar itu BENAR dan yang salah itu SALAH, agar dunia ini tidak terus menerus berjalan dalam lingkar kesesatan.
AMIN.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home